Masa Lalu (Ending)

Sudah lama aku tidak menulis lagi. Maaf akibat keributan yang terjadi saat itu, aku tidak menyangka cerita kita akan mudah dikenali. Mungkin kamu akan risih akibat dikait2kan lagi dengan perempuan "nakal" ini. Tidak apa-apa, aku mengerti.

Sudah setahun setelah cerita itu ku tulis, berarti sudah 2,5 tahun kita selesai dan setengah tahun aku menghilang dari dunia sosial media, kamu pasti tau karna aku tidak menyukai itu, tidak untuk jadi sorotan seolah2 menjadi jimat ku ketika salah satu tulisanku pecah di kalangan mahasiswa saat itu.

Aku akan melanjutkan cerita ini.

Menceritakan pada kalian seolah2 kami sedang bersama.

Saat itu sudah pukul 2 siang, waktu pulang sekolah, sebelum zaman full day school menyerang. Kita sama2 meminum es kelapa.
"Siniin daging kelapanya" ucapmu
Aku langsung tersenyum dan memindahkan daging kelapa milikku ke gelasmu
"Kamu mau kuliah dimana?" Tanyamu
"Kemana kamu, disitu aku" jawabku dengan senyum mengembang
Kamu tersenyum dan mengacak rambutku "Jangan plin plan"
Kita hanya tertawa sambil menikmati es kelapa yang sebenarnya punyaku bisa dibilang hanya air kelapa.
Tapi kata-kata itu tidak bisa ku penuhi, karna aku harus pindah ke kota metropolitan yang katamu sudah merubah diriku.

Setiap minggu kita biasanya berjalan2 mengelilingi Yogyakarta, dan hari ini sepertinya harus absen dulu.
"Kayanya hari ini gabisa, soalnya ada kebaktian di tempat nenek" ucapku menyesal.
"Tidak masalah, kita masih punya lain waktu" kamu menghela nafas berat
Ya benar, aku mualaf. Sebenarnya bukan aku, tapi ibuku yang mualaf karna menikah dengan ayahku.
Aku sangat menyukai cara ayah memperlakukan ibu, ayah tidak pernah memaksa ibu untuk menggunakan hijab, tapi ayah tidak bosan untuk memberitahu betapa inginnya ayah melihat ibu mengenakan hijab.
Tapi itu tidak terwujud, karna ayah lebih dulu dipanggil Tuhan sebelum ibu mengenakan hijab.
Sekarang, tidak hanya ibu yang menggunakan hijab, tapi aku juga.

Sebenarnya dikepalaku masih penuh dengan pertanyaan "Kenapa kamu memintaku menjadi pacarmu saat itu?" kalau dipikir-pikir masih banyak perempuan yang pandai menutup auratnya dibanding aku, dan kenapa kamu memilih aku? Terlebih aku seorang anak dari perempuan mualaf yang pindah ke agama islam hanya karna cintanya pada ayahku. Ketika aku menanyakan itu, kamu hanya tersenyum dan menjawan "Karna itu kamu". Apanya? Apanya karna aku? Jawaban yang tidak masuk akal selama 3 tahun kita berpacaran. Padahal kamu selalu bisa menjawab pertanyaan ku dengan teori ataupun dengan analogi yang menurutmu masuk akal, tapi kenapa pertanyaan simple itu kamu menjawabnya dengan ambigu? Dasar aneh.

Ternyata paragraf sebelumnya aku sangat kesal ya hahaha.

Sebenarnya tulisan ini ku tulis bukan untuk menjadi viral seperti tulisan sebelumnya. Ya, kalian pun tahu, siapa sih yang masih membuka blog seperti ini, disaat semua penulis menuliskan cerita mereka di wattpad, aku malah memilih blog. Tapi tulisan-tulisan yang ku buat ini seperti diary bagiku. Tapi, mana tau kalau tulisanku tahun lalu menjadi viral dan orang2 menemukan kamu yang jadi pemeran utama prianya, dan menemukan aku sebagai penulis sekaligus pemeran utama wanitanya. Hebat sekali. Mau bagaimana lagi, kalaupun ku hapus juga tetap tersebar lewat thread twitter yang dikirimkan oleh teman-temanku. Nasi sudah menjadi bubur. Cerita kita sudah diketahui hampir seluruh mahasiswa di Indonesia, bahkan teman-teman kita di SMA pun mengkonfirmasi cerita itu.

Sepertinya sudah lama sekali aku vakum dan tidak melanjutkan blog usang ini. Aku akan kembali ke blog ini, tapi aku harus menyelesaikan cerita yang terakhir aku tulis ini.

Buat teman-teman yang menanyakan bagaimana kelanjutan cerita di page sebelumnya, apakah dia tahu tulisanku? Apakah dia menghubungiku? Apakah kami kembali? Akan ku jawab sekarang. Dia tau tulisanku, bahkan sebelum tulisan ini viral dia sudah tahu (katanya). Dia tidak menghubungiku, tapi menitipkan sebuah pesan padaku melalui temannya, kalian ingin tau isinya seperti apa? Nanti, sabar dulu. Jawaban pertanyaan terakhir, tentu tidak hahaha kami memang sudah selesai dari awal ketika aku memutuskan melarikan diri.

Dia paling tidak suka dengan orang berbohing dan melarikan diri, dan itu semua ku lakukan hahaha dia pasti membenciku, ternyata tidak. Sudah ku katakan, dia memang terlalu baik untuk perempuan 'nakal' sepertiku. Eh tidak, dia tidak suka aku menyebutkan kata itu. "Kamu perempuan baik, Ta" katamu.

Ini untuk kalian yang membaca ceritaku. Aku dan dia tidak bisa kembali bersama karna memang kita tidak bisa disatukan, kami memiliki perbedaan pandangan terhadap sebuah komitmen dan hubungan, dan sepertinya itulah yang bisa ku katakan pada kalian.

Terimakasih telah mampir ke blog ini, tidak menyangka viewersnya bertambah 10x lipat dari biasanya hahaha. Semoga sehat selalu.
-Anwilta-

Pesan dari dia:

Assalamu'alaikum. Anwilta apa kabar? Maaf melalui perantara, tidak baik apabila kita berkomunikasi secara langsung, takut setan membisikkan kita untuk balikan hahaha. Anwilta, semoga istiqomah ya, senang mendengar kamu sudah menutup aurat. Tidak apa-apa, aku paham kamu berbohong dan melarikan diri, maafkan aku apabila keterlaluan saat itu. Senang mendengar kata Disa kamu mulai ikut pengajian di kampus ya? Alhamdulillah. Anwilta, sebenarnya aku sudah tau beberapa bulan setelah kamu tulis sesuatu di blog itu, tapi maaf aku tidak bisa menghubungimu karna aku takut aku tidak bisa menahan perasaanku. Dan ketika cerita itu diangkat ke berbagai sosial media, sepertinya aku harus menghubungimu walau lewat perantara. Terimakasih untuk waktu 3 tahun itu Anwilta, sebenarnya dosa apabila kita melakukan itu secara terus menerus, pacaran termasuk zina kan? Yasudah, kita sama2 bertaubat saja. Anwilta, apabila kita berjodoh insya Allah kita akan bertemu lagi, namun apabila tidak, jangan marah pada Allah karna Allah pasti punya jalan terbaik. Anwilta, aneh sekali aku menulis surat seperti ini. Aku tidak memiliki pesan atau nasihat khusus untukmu, karna aku ingin kamu melakukan sesuatu karna Allah bukan karna aku. Sekian, wassalamu'alaikum. 

____________________________________________

Hallo ini Qiya, jadi cerita ini murni khayalan aja yaa hahaha bukan cerita nyata atau bagaimana. Oke, jadi cerita ini ada 2 bagian pertama "Masa Lalu" ini point of view Anwilta yang seorang penulis blog, mencoba menceritakan kisah nyata dia dan pasangannya yang sudah putus, dan bertemu kembali saat demo, namun ternyata cerita itu langsung viral di kalangan mahasiswa, karna si laki-laki ini adalah orang yang cukup terkenal. Bagian kedua "Masa Lalu (Ending)" disini Anwilta menceritakan apa yang terjadi setelah ia menuliskan cerita bagian pertama. Terimakasih.

-Love Qy-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masa Lalu

Pasangan Sempurna

Spasi hati