Pasangan Sempurna
Tidak pernah terbayang bagaimana hancurnya aku kala kau mengatakan kau juga mencintainya. Dunia ku hancur. Bukan hanya duniaku saja, tapi kepercayaan, komitmen dan hubungan yang telah kita buat ini pun ikut hancur.
Aku tidak pernah menginginkan kamu menjadi sempurna, tapi yang aku inginkan hanya hubungan yang sempurna dan saling menjaga. Namun, nyatanya tidak semudah itu, baik itu bagimu atau bagiku. Aku yang gagal menjaga hatimu, dan kamu yang gagal menajaga kepercayaanku.
Tidak tau lagi harus bereaksi seperti apa. Setelah semuanya kau hempas. Walaupun kau tetap memilih disampingku. Tapi kepercayaan dan hatiku sudah tidak seutuh dulu.
Aku hancur, sayang. Aku hancur. Aku sakit. Aku kecewa. Harus bagaimana aku mengatakan semua sakit yang kurasa.
Perempun yang dihadapanmu sekarang ini sedang menahan getirnya hati.
Kumohon untuk jangan menyakitiku lagi. Biarkan aku menyembuhkan luka yang kau buat ini sendiri. Dan kamu pun begitu, buat hatimu kuat lagi untuk selalu berada disampingku seperti kita yang awal memutuskan untuk bersama berjuang.
Jangan khawatir. Aku akan tetap dibelakangmu, mendukungmu, dan menyemangatimu, bahkan bahuku tetap untukmu. Tapi maaf, kalau kau meminta kita kembali bersama aku belum sepenuhnya menyiapkan hal itu.
Kita akan berjuang menyiapkan hati dan diri masing-masing agar menjadi “Pasangan Sempurna”
Komentar
Posting Komentar