Pengganti kamu dan aku
Menciptakan ruang untuk diri sendiri
Bukan berarti kamu bebas membunuh ruang yang perlu pengganti
Sudah lama aku tidak sekeras ini. Berjanji pada diri sesuai pilihan hati. Memohon segera dipertemukan dengan cara apapun. Tersenyum kala setiap pagi mendapatkan pesan manis ucapan selamat pagi, atau pesan singkat yang menanyakan “apa kegiatan hari ini?”
Sudah lama aku merindukan getaran ini. Getaran berbeda setelah bersama dia yang lalu. Sekarang, getaran itu ada bersamamu. Kita hanya menghabiskan jam malam hanya untuk bercerita tentang isi novel dari Boy Chandra dan Fiersa Besari atau aku yang heboh bercerita tentang tokoh ‘Beno’ di novel Twivortiare karya Ika Natassa.
Kemudian,
Hilang,
Tidak pernah aku inginkan hal ini terjadi lagi. Aku cukup merasakan perih hati.
Kamu rapuh. Aku pun pernah merasakannya. Bedanya aku disini mampu berbesar hati menerima orang yang mengetuk pintu hati. Sedangkan kamu? Malah tetap mengunci rapat hati.
Bukalah, lihat dunia luar bersamaku. Ceritakan semua keluh kesanmu kedalam duniaku. Kita akan menghabiskan malam dengan bercerita banyak novel dan issue ekonomi atau politik di Indonesia. Habiskan malam itu bersamaku.
Aku tidak pernah tau, yang manakah dirimu sebenarnya? Kamu membuatku seolah menjadi perempuan yang berhasil disampingmu. Namun, sedetik kemudian kamu membuatku menjadi perempuan yang tak berhasil disampingmu.
Cukuplah, jangan buat aku menerka nerka sendiri jalan mana yang aku pilih. Aku tau, aku cukup dewasa untuk itu. Tapi bisakah beri aku kesempatan untuk mengetuk kembali hatimu? Merobohkan tembok yang kamu buat? Walaupun ku tau, setelah aku berhasil meruntuhkan itu, ada banyak sekali barang masalalumu.
Komentar
Posting Komentar