Postingan

I'll be Fine With You - 1

I'll be Fine With You - 1 Polesan make up tipis membingkai wajah cantik Gita, hari ini adalah hari senin, itu artinya ia di kantor akan sangat sibuk. Di umur yang masih terbilang muda, yaitu 21 tahun Gita berhasil menamatkan Pendidikan S1 Psikologi dengan predikat cumlaude di salahsatu universitas swasta di Jakarta. 2 tahun lalu saat menjadi freshgarduate bagi Gita salah satu ujian yang berat, tidak ada pengalaman magang saat kuliah membuatnya sulit untuk beradaptasi di dunia kerja, tapi hal itu sudah mampu ia lewati beberapa bulan yang lalu, sekarang Gita sudah 23 tahun dan siap dalam dunia kerja. Bekerja sebagai HRD di Hotel Dawson milik ayahnya Bian membuat Gita harus ekstra rajin dan yang terpenting harus ekstra menjaga nama baik keluarga Bian yang baginya sudah sangat membantunya selama mereka berpacaran, bahkan sebelum itu Bian sudah menjadi bagian dari diri Gita. Selesai memakai blazer, Gita menyambar ponselnya yang berdering. “Hallo Git” Suara laki-laki yang sangat Gita cin...

I'll be Fine With You

Judul: G & B Author: Cinder PROLOG Tidak ada yang sanggup didunia ini kehilangan keluarganya, tapi tidak sanggup bukan berarti menolak. Kehilangan pasti akan dirasakan semua orang, yang membedakannya adalah bangkit dari kesedihan itu. Gita gadis cantik dengan lesung pipi dan senyum memukau itu sudah melalui banyak kehilangan sejak ia dilahirkan kedunia, dan senyumnya didepan gerbang rumahnya sekarang ini adalah bukti bahwa betapa kuatnya ia menjalani itu semua, berkat Bian. Siapa sangka pertemuannya dengan Bian di pemakaman Gema Ligera Gardena, saudara kembar Gita, membuat hubungan keduanya kian dekat dan menjadi pasangan. Mereka terlihat serasi saat menghadiri pernikahan teman Bian ataupun saat Bian menjemput Gita untuk sekedar makan siang di warung pecel lele pinggir jalan. Bian adalah satu-satunya orang yang dapat diandalkan dan selalu bersamanya, sejak 6 tahun silam. Hanya dengan Bian, Gita merasakan kehidupan yang kembali penuh warna, walaupun Gita masih meragukan pe...

Masa Lalu (Ending)

Sudah lama aku tidak menulis lagi. Maaf akibat keributan yang terjadi saat itu, aku tidak menyangka cerita kita akan mudah dikenali. Mungkin kamu akan risih akibat dikait2kan lagi dengan perempuan "nakal" ini. Tidak apa-apa, aku mengerti. Sudah setahun setelah cerita itu ku tulis, berarti sudah 2,5 tahun kita selesai dan setengah tahun aku menghilang dari dunia sosial media, kamu pasti tau karna aku tidak menyukai itu, tidak untuk jadi sorotan seolah2 menjadi jimat ku ketika salah satu tulisanku pecah di kalangan mahasiswa saat itu. Aku akan melanjutkan cerita ini. Menceritakan pada kalian seolah2 kami sedang bersama. Saat itu sudah pukul 2 siang, waktu pulang sekolah, sebelum zaman full day school menyerang. Kita sama2 meminum es kelapa. "Siniin daging kelapanya" ucapmu Aku langsung tersenyum dan memindahkan daging kelapa milikku ke gelasmu "Kamu mau kuliah dimana?" Tanyamu "Kemana kamu, disitu aku" jawabku dengan senyum mengembang ...

Masa Lalu

Sudah satu setengah tahun lamanya, kita memutuskan untuk mematikan komunikasi. Kamu sudah membawa nama besar, dan aku sudah memilih jalanku sendiri, tidak tau apa yang sudah terjadi kepadamu selama satu setengah tahun itu, apakah kamu masih saja menjadi “budak kampus” yang sering ku sebut itu? Ternyata masih sama, kamu sangat focus sekali pada kegiatanmu itu. Sekarang, namamu sudah besar, seluruh mahasiswi memujamu. Senang bisa melihatmu lagi, berdiri diatas mobil komando menyuarakan aspirasi rakyat sama seperti kamu menyuarakan aspirasimu yang ingin aku memakai kerudung itu. Aku pastikan kamu tidak melihat aku, karna aku berusaha keras untuk menutupi diriku yang kecil ini dengan almameter kuning ku. Aku ingin sekali menyapamu lewat instagram pribadiku atau lewat twitter asliku, tapi aku terlalu takut melakukan itu. Takut kamu membenciku karna ucapanku yang pedas  dan kelakuanku yang katamu kelewatan batas. Satu setengah tahun aku tidak pernah lupa, bagaimana bisa aku melupakan...

Pengganti kamu dan aku

Menciptakan ruang untuk diri sendiri Bukan berarti kamu bebas membunuh ruang yang perlu pengganti Sudah lama aku tidak sekeras ini. Berjanji pada diri sesuai pilihan hati. Memohon segera dipertemukan dengan cara apapun. Tersenyum kala setiap pagi mendapatkan pesan manis ucapan selamat pagi, atau pesan singkat yang menanyakan “apa kegiatan hari ini?” Sudah lama aku merindukan getaran ini. Getaran berbeda setelah bersama dia yang lalu. Sekarang, getaran itu ada bersamamu. Kita hanya menghabiskan jam malam hanya untuk bercerita tentang isi novel dari Boy Chandra dan Fiersa Besari atau aku yang heboh bercerita tentang tokoh ‘Beno’ di novel Twivortiare karya Ika Natassa. Kemudian, Hilang, Tidak pernah aku inginkan hal ini terjadi lagi. Aku cukup merasakan perih hati. Kamu rapuh. Aku pun pernah merasakannya. Bedanya aku disini mampu berbesar hati menerima orang yang mengetuk pintu hati. Sedangkan kamu? Malah tetap mengunci rapat hati. Bukalah, lihat dunia luar bersa...

Pasangan Sempurna

Tidak pernah terbayang bagaimana hancurnya aku kala kau mengatakan kau juga mencintainya. Dunia ku hancur. Bukan hanya duniaku saja, tapi kepercayaan, komitmen dan hubungan yang telah kita buat ini pun ikut hancur. Aku tidak pernah menginginkan kamu menjadi sempurna, tapi yang aku inginkan hanya hubungan yang sempurna dan saling menjaga. Namun, nyatanya tidak semudah itu, baik itu bagimu atau bagiku. Aku yang gagal menjaga hatimu, dan kamu yang gagal menajaga kepercayaanku. Tidak tau lagi harus bereaksi seperti apa. Setelah semuanya kau hempas. Walaupun kau tetap memilih disampingku. Tapi kepercayaan dan hatiku sudah tidak seutuh dulu. Aku hancur, sayang. Aku hancur. Aku sakit. Aku kecewa. Harus bagaimana aku mengatakan semua sakit yang kurasa. Perempun yang dihadapanmu sekarang ini sedang menahan getirnya hati. Kumohon untuk jangan menyakitiku lagi. Biarkan aku menyembuhkan luka yang kau buat ini sendiri. Dan kamu pun begitu, buat hatimu kuat lagi untuk selalu berada d...

Spasi hati

Aku bukan menyerah Hanya saja aku mengizinkan kita berdua untuk menikmati waktu sebelum kita berdua menuju jenjang yang terarah. Aku mengizinkanmu Untuk berlari sebebas-bebasnya disana. Dan jika nanti kau sudah mulai lelah dan pasrah, kembalilah. Karna aku sudah memiliki bahu yang kuat untukmu bersandar. Kita hanya dua orang yang saling sapa. Itu awalnya. Dan kuharap kita akan terus menyapa. Jangan kira aku hilang. Karna aku memberikanmu waktu untuk memikirkan semuanya.