Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Pengganti kamu dan aku

Menciptakan ruang untuk diri sendiri Bukan berarti kamu bebas membunuh ruang yang perlu pengganti Sudah lama aku tidak sekeras ini. Berjanji pada diri sesuai pilihan hati. Memohon segera dipertemukan dengan cara apapun. Tersenyum kala setiap pagi mendapatkan pesan manis ucapan selamat pagi, atau pesan singkat yang menanyakan “apa kegiatan hari ini?” Sudah lama aku merindukan getaran ini. Getaran berbeda setelah bersama dia yang lalu. Sekarang, getaran itu ada bersamamu. Kita hanya menghabiskan jam malam hanya untuk bercerita tentang isi novel dari Boy Chandra dan Fiersa Besari atau aku yang heboh bercerita tentang tokoh ‘Beno’ di novel Twivortiare karya Ika Natassa. Kemudian, Hilang, Tidak pernah aku inginkan hal ini terjadi lagi. Aku cukup merasakan perih hati. Kamu rapuh. Aku pun pernah merasakannya. Bedanya aku disini mampu berbesar hati menerima orang yang mengetuk pintu hati. Sedangkan kamu? Malah tetap mengunci rapat hati. Bukalah, lihat dunia luar bersa...

Pasangan Sempurna

Tidak pernah terbayang bagaimana hancurnya aku kala kau mengatakan kau juga mencintainya. Dunia ku hancur. Bukan hanya duniaku saja, tapi kepercayaan, komitmen dan hubungan yang telah kita buat ini pun ikut hancur. Aku tidak pernah menginginkan kamu menjadi sempurna, tapi yang aku inginkan hanya hubungan yang sempurna dan saling menjaga. Namun, nyatanya tidak semudah itu, baik itu bagimu atau bagiku. Aku yang gagal menjaga hatimu, dan kamu yang gagal menajaga kepercayaanku. Tidak tau lagi harus bereaksi seperti apa. Setelah semuanya kau hempas. Walaupun kau tetap memilih disampingku. Tapi kepercayaan dan hatiku sudah tidak seutuh dulu. Aku hancur, sayang. Aku hancur. Aku sakit. Aku kecewa. Harus bagaimana aku mengatakan semua sakit yang kurasa. Perempun yang dihadapanmu sekarang ini sedang menahan getirnya hati. Kumohon untuk jangan menyakitiku lagi. Biarkan aku menyembuhkan luka yang kau buat ini sendiri. Dan kamu pun begitu, buat hatimu kuat lagi untuk selalu berada d...

Spasi hati

Aku bukan menyerah Hanya saja aku mengizinkan kita berdua untuk menikmati waktu sebelum kita berdua menuju jenjang yang terarah. Aku mengizinkanmu Untuk berlari sebebas-bebasnya disana. Dan jika nanti kau sudah mulai lelah dan pasrah, kembalilah. Karna aku sudah memiliki bahu yang kuat untukmu bersandar. Kita hanya dua orang yang saling sapa. Itu awalnya. Dan kuharap kita akan terus menyapa. Jangan kira aku hilang. Karna aku memberikanmu waktu untuk memikirkan semuanya.

Wanita pasrah(?)

Aku bukan wanita pasrah. Yang akan diam saja ketika kamu lelah dan perlu bahu untukmu bersandar atau sekadar menceritakan keluh kesah. Aku memang terlahir dari keluarga yang bisa memenuhi keinginanku. Tapi bukan berarti aku juga selalu menuntutmu memberikan apapun yang ku mau. Berhentilah memandangku seperti perempuan dari masalalumu. Karna mau kau bawa kemanapun dan dalam keadaan apapun aku akan berada disampingmu begitu juga sebaliknya. Aku perlu bahumu, dan kamu perlu genggamanku. Kita jalani bersama. Jika kau nanti akhirnya menjadi Tuan hati dan istanaku. Tolong jangan marah jika aku bisa saja lupa mematikan kran air di kamar mandi. Jangan marah ketika aku terlambat membuatkanmu sarapan karna terlalu sibuk mengurusi anak laki lakimu yang masuk sekolah hari pertama. Jangan marah ketika anak laki lakimu ingin bermain ketika kau sudah lelah pulang kerja. Jika kau nanti akhirnya menjadi Tuan hati dan istanaku. Kau akan sering melihatku cemberut karna kau hobby meleta...

Menemukanmu dalam Secangkir Cinta

Jam 22.00 WIB aku masih berkutat didepan laptop silver kesayanganku. Ditemani segelas caffe latte yang entah sudah gelas keberapa ku pesan. Menyelesaikan tugas yang sebenarnya masih ada satu minggu lagi untuk dikumpulkandan aku mengerjakannya sekarang. Aku memang orang yang sangat anti dengan deadline , makanya ku kerjakan sekarang supaya cepat santai dan membaca tumpukan novel yang baru ku beli dan beberapa gelas caffe latte yang ku sukai. “ Kringg” Lonceng yang berada dipintu cafe ini berbunyi. Aku mendengus, pasti setelah ini akan ada beberapa orang atau bahkan rombongan yang langsung memenuhi cafe ini. Yang pasti akan mengganggu ketenanganku. Menyebalkan. Satu menit Dua menit Sampai 10 menit. Aku penasaran. Kenapa sepi? Apakah tadi yang masuk perempuan? Yang baru saja galau dan menangis hingga menghabiskan beberapa botol bir, seperti yang kulihat di drama korea yang sering ku tonton dulu. Ku tolehkan kepalaku pada orang yang baru saja masuk tadi. Laki-laki berjaket hit...